Pages

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

Sejarah, Perkembangan, dan Jenis Waralaba

Bisnis waralaba saat ini berkembang pesat di Indonesia. Tahukah Anda apa itu waralaba? Ada beberapa definisi waralaba. Dalam bahasa Inggris, waralaba disebut Franchising dan bahasa Prancis, Franchise. Kedua kata ini mengacu pada hak-hak menjual produk, jasa, dan layanan.

Pengertian waralaba menurut pemerintah Indonesia adalah adanya ikatan kerja sama usaha antara dua pihak. Salah satu pihak ini diberikan hak memanfaatkan serta menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI).

Sementara itu, menurut Asosiasi Franchise Indonesia waralaba merupakan sebuah sistem distribusi barang dan jasa kepada pelanggan akhir. Sistem ini dilakukan dengan cara pemberian hak dari pemilik merek (franchisor) kepada perusahaan atau perseorangan untuk melakukan bisnis. Bisnis ini dijalankan berdasarkan merek, nama, sistem, serta prosedur yang sudah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu dan area tertentu.

Di dalam dunia waralaba, ada istilah franchisor dan franchisee.

  • Franchisor (pemberi waralaba) merupakan perusahaan atau individu yang memberi hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual.
  • Franchisee (penerima waralaba) merupakan perusahaan atau individu yang diberikan hak memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual.

Sejarah

Di Amerika Serikat, pencetus bisnis waralaba adalah seorang penemu mesin jahit Singer bernama Isaac Singer. Bisnis jenis ini diciptakan untuk meningkatkan penjualan mesin jahitnya. Saat ini bisnis waralaba didominasi rumah makan siap saji. 

Perkembangan usaha waralaba di Amerika begitu pesatnya dan banyak peminatnya dari berbagai macam jenis usaha. Usaha jenis ini tidak pandang bulu. Siapa saja dapat melakukan bisnis waralaba. Prinsip usaha warlaba adalah "keuntungan bersama" bukan berdasarkan warna kulit dan status sosial. Ada banyak bentuk waralaba, antara lain makanan, pendidikan, telematika, dan masih banyak lagi.

Jenis Waralaba

Ada dua jenis waralaba, yaitu:

  • Waralaba luar negeri. Waralaba ini banyak peminatnya karena merek-mereknya sudah mendunia dan bergengsi. Selain tiu, juga sistemnya lebih jelas.
  • Waralaba dalam negeri. Bahan baku dan kelanjutan usaha ini disediakan oleh pemilik waralaba. Bisnis ini banyak dipilih oleh pemula usaha (orang yang baru memulai usaha).

Biaya

Biaya untuk memulai usaha ini yaitu:

  • Dana awal. Dana ini berkisar Rp.10 juta-Rp.1 miliar. Dana ini digunakan untuk membuat tempat usaha dan biaya penggunaan HAKI.
  • Dana royalti. Jumlah royalti biasanya 5-15% dari penghasilan kotor. Jumlah royalti yang layak adalah 10 %.

Daftar Waralaba di Indonesia

  • Adem Ayem
  • Ayam Bakar Wong Solo
  • Ayam Goreng Fatmawati
  • Ayam Goreng Mbok Berek
  • Ayam Goreng Suharti
  • Bakso Lapangan Tembak Senayan
  • Bakmi GM
  • Bebek Goreng Abah Ndut
  • Bu Tjitro
  • Es Teler 77
  • Gado-Gado Boplo
  • J.CO Donuts
  • Sate Khas Senayan
  • Solaria
  • Sederhana restoran Padang
  • Wong Solo

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mencoba bisnis waralaba? Selamat mencoba!



Sumber artikel...

»»  Selengkapnya...

Sunday, January 29, 2012

Sejarah Distro

Di kalangan anak muda Indonesia, siapa yang tidak mengenal istilah distro? Jika ada yang tidak mengenalnya, berarti patut dipertanyakan dengan siapa dia berteman. Pergaulanan anak muda zaman sekarang tidak pernah lepas dari yang nama fashion. Dan distro adalah salah satu pemicu perkembangan fashion anak muda Indonesia.

Distribution Store

Distro adalah sebuah akronim untuk mengungkapkan distribution store, atau toko distribusi. Yaitu sejenis toko yang menjual pakaian, sepatu, atau aksesoris lainnya yang digunakan anak muda, yang komoditasnya terbatas. Seolah-olah limited edition sehingga kemungkinan untuk berpakaian kembar dengan orang lain di jalan, sangat kecil. 

Biasanya, pakaian yang dipajang di rumah distro adalah produk sendiri yang merupakan industri kecil sehingga barang yang diproduksi sifatnya terbatas. Industri rumahan ini biasanya memproduksi barang dengan merek dagang yang mereka kembangan sendiri.

Merek independen ini bisanya digemari anak muda karena tidak pasaran dan mencitrakan diri eksklusif. Produk yang ada di distro biasanya tidak diproduksi secara massal. Hal ini dilakukan untuk memepertahan citra lux pada suatu produk.

Sejarah Distro

Konsep distro ini berawal dari anak-anak muda Bandung yang suka nge-Band. Pada pertengahan 1990-an di Bandung banyak bermunculan band-band independen yang suka manggung di cafe-cafe. Sebagai contoh, Peterpan pun berawal dari band independen. Band-band indenden tersebut berusaha untuk menjual souvenir dengan label band mereka, baik berupa pin, CD, kaset, stiker sampai akhirnya pada t-shirt.

Awalnya, pendistribusian hanya dilakukan di lokasi pertunjukan saat mereka manggung. Namun akhirnya karena permintaan barang semakin menanjak, mereka pun membuka clothing atau outlet sendiri yang menjual barang-barang ciri khas band mereka.

Akhirnya, menjamurlah distro-distro di kota kembang ini dengan meniru gaya berjualan anak band. Kini, anak-anak punk ikut membuat distro yang khusus menjual aksesoris mereka. Anak sketeboard pun tak mau ketinggalan untuk unjuk gigi di dunia fashion. Komunuitas-komunitas anak muda lainnya pun ikut mengembangkan bisnis distro ini. Seperti brotherhood, XTC, dan lain-lain.

Nama-nama distro yang terkenal di Bandung di antaranya, Oink! The Piggest Company, Rockmen Insd, Orc Insane, Oglea, dan sebagainya.

Sampai saat ini jumlah distro di Indonesia mencapai ribuan, dan setengahnya ada di kota Bandung karena sejarah distro berawal dari Bandung. Memang tidak pernah salah ketika Bandung dijuluki sebagai Paris Van Java karena anak muda Bandunglah yang dijadikan barometer perkembangan fashion Indonesia.



View the original article here



Peliculas Online

»»  Selengkapnya...

Popular Posts

 
Copyright (c) 2010 usaha-aku.blogspot.com. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes, Gifts for GirlFriend And Skull Belt Buckles.